Jumlah penghuni Bumi kian padat. Pemanasan Bumi akibat emisi karbon membuat Bumi tak sanggup lagi menyangga kehidupan. Pada 2050, diperkirakan jumlah penghuni Bumi mencapai 10 miliar. Angka ini tidak akan mampu ditampung Bumi. Hingga akhirnya, disepakatilah pikiran kemana manusia akan pergi?
Menjelajahi Ruang Angkasa bukanlah hal yang mustahil sejak Neil Amstrong sukses menjejakan kakinya dipermukaan Bulan pada tahun 1967. Kisah sukses Amstrong mendorong kelanjutan penjelajahan diruang angkasa. Para penjelajah dikirim untuk menjajaki pengungsian manusia bila Bumi hancur. Setelah Bulan, planet-planet di dalam galaksi Bimaskti jadi target berikutnya.
Target untuk "invasi" yang paling menjanjikan adalah di planet merah, jujukan untuk planet Mars. Pragram untuk obervasi National Aeronautic and Space Administration ( Badan Aeronautica dan Ruang Angkasa ) Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Mars Reconnaissance Orbiter memamparkan banyak bukti - bukti di Mars yang mendukung kehidupan. Tidak hanya mineral yang ditemukan, jejak-jejak adanya air di Mars juga di terekam.
Jejak lain mengindikasikan bahwa pernah ada mikroba sebagai bentuk awal kehidupan terdapat juga di Mars. Inilah yang menurut pengajar astronomi di Institut Teknologi Bandung Taufik Hidayat yang menguatkan harapan para peneliti ada jejak kehidupan di Mars. "Jejak kehidupan inilah yang dijadikan modal awal keyakinan dapat mengirim manusia untuk tinggal disana" ucapannya kepada Cakrawala.
Menjelajahi Ruang Angkasa bukanlah hal yang mustahil sejak Neil Amstrong sukses menjejakan kakinya dipermukaan Bulan pada tahun 1967. Kisah sukses Amstrong mendorong kelanjutan penjelajahan diruang angkasa. Para penjelajah dikirim untuk menjajaki pengungsian manusia bila Bumi hancur. Setelah Bulan, planet-planet di dalam galaksi Bimaskti jadi target berikutnya.
Target untuk "invasi" yang paling menjanjikan adalah di planet merah, jujukan untuk planet Mars. Pragram untuk obervasi National Aeronautic and Space Administration ( Badan Aeronautica dan Ruang Angkasa ) Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Mars Reconnaissance Orbiter memamparkan banyak bukti - bukti di Mars yang mendukung kehidupan. Tidak hanya mineral yang ditemukan, jejak-jejak adanya air di Mars juga di terekam.
Jejak lain mengindikasikan bahwa pernah ada mikroba sebagai bentuk awal kehidupan terdapat juga di Mars. Inilah yang menurut pengajar astronomi di Institut Teknologi Bandung Taufik Hidayat yang menguatkan harapan para peneliti ada jejak kehidupan di Mars. "Jejak kehidupan inilah yang dijadikan modal awal keyakinan dapat mengirim manusia untuk tinggal disana" ucapannya kepada Cakrawala.



0 komentar:
Posting Komentar